Ekspor Batik Nasional Mencapai USD 58 Juta, Tembus Pasar Jepang Hingga Eropa

Jakarta, News Warta Publik-Industri batik Indonesia dinilai telah menguasai pasar dunia sehingga mampu menjadi penggerak bagi perekonomian nasional. Hal ini terlihat dari capaian nilai ekspor batik dan produk batik pada tahun 2017 sebesar USD58,46 juta dengan negara tujuan utama meliputi Jepang, Amerika Serikat, dan Eropa.

“Industri batik nasional memiliki daya saing komparatif dan kompetitif di pasar internasional. Indonesia juga menjadi market leader yang menguasai pasar batik dunia,” kata Dirjen Industri Kecil dan Menengah (IKM) Gati Wibawaningsih di Jakarta, Kamis (17/5).

Gati mengungkapkan, perdagangan produk pakaian jadi dunia saat ini mencapai USD442 miliar. Ini bisa menjadi peluang besar bagi industri batik nasional agar meningkatkan pangsa pasarnya, mengingat batik sebagai salah satu bahan baku untuk produk pakaian jadi.

“Industri batik kita didominasi oleh sektor IKM yang tersebar di 101 sentra seluruh wilayah Indonesia. Dari jumlah tersebut, total penyerapan tenaga kerjanya mencapai 15 ribu orang,” paparnya. Potensi ini terus dikembangkan, seiring upaya pemerintah mendorong industri padat karya berorientasi ekspor.

Untuk itu, dalam rangka menggenjot produktivitas dan daya saing industri batik nasional, Kementerian Perindustrian telah menjalankan beberapa program strategis seperti peningkatan kompetensi sumber daya manusia dan pengembangaan kualitas produk. Selain itu, penerapan standardisasi, fasilitasi mesin dan peralatan produksi, serta promosi dan pameran baik di dalam maupun luar negeri.

“Salah satu, kegiatan yang kami lakukan yang bekerja sama dengan Yayasan Batik Indonesia (YBI), yaitu menyelenggarakan Pameran Batik Warisan Budaya XII di Plasa Pameran Industri,” tutur Gati. Pameran ini selain bertujuan untuk mempromosikan karya-karya unggulan dari para pengrajin batik dalam negeri, juga guna memperluas pasar mereka yang didominasi oleh pelaku IKM.

Pameran yang tahun ini mengangkat tema Cerah Ceria Pesona Batik Madura, diselenggarakan selama empat hari, mulai tanggal 15-18 Mei 2018, dengan diikuti sebanyak 48 pengrajin batik binaan YBI. Dari beberapa peserta, menampilkan batik yang menggunakan zat warna alam sebagai upaya menghasilkan produk yang ramah lingkungan dan bernilai tambah tinggi.

“Pengembangan zat warna alam juga turut mengurangi importasi zat warna sintetik,” jelas Gati. Di tengah persaingan global yang semakin kompetitif dan dinamis, menurutnya, preferensi konsumen terhadap produk ramah lingkungan terus meningkat. “Sehingga batik warna alam ini hadir menjawab tantangan tersebut dan diyakini dapat meningkatkan peluang pasar,” imbuhnya.

Sebelumnya, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menyampaikan, pihaknya terus mendorong para pengrajin dan peneliti industri batik nasional agar terus berinovasi mendapatkan berbagai varian warna alam. Upaya ini untuk mengeksplorasi potensi batik Indonesia sehingga memperkaya ragam kain wastra Nusantara dengan warna alam.

“Di samping itu, kami memiliki program e-Smart IKM yang bertujuan mendorong pelaku usaha untuk masuk dalam pemasaran online,” ungkapnya. Hal ini sebagai salah satu langkah strategis untuk menuju implementasi revolusi industri 4.0.

 

Penemuan pewarnaan kain

Pada kesempatan berbeda, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kemenperin, Ngakan Timur Antara memaparkan, Balai Besar Kerajinan dan Batik (BBKB) telah menemukan salah satu teknik pewarnaan kain yang dinamakan Teknik Ringkel. “Teknik ringkel ini merupakan pengembangan dan penggabungan dua teknik, yaitu teknik smock dan tritik jumputan,” jelasnya.

Teknik smock dilakukan seperti menjahit dan menyulam dengan tangan. “Jadi, teknik ini merupakan dari tusukan menjahit untuk membuat kerutan-kerutan yang menghasilkan motif menarik sesuai pola tertentu,” kata Ngakan.

Apabila smock dikerjakan di atas kain polos, maka pada kain tersebut harus diberi tanda-tanda titik atau garis. Sementara itu, teknik tritik jumputan adalah proses pewarnaan rintang dengan menggunakan bahan perintang seperti tali, benang atau sejenisnya menurut corak-corak tertentu.

“Prosesnya, kain dicelup atau diwarna, dan di buka jahitannya. Setelah dibuka akan menghasilkan motif-motif yang indah,” imbuhnya.

Menurut Ngakan, penamaan Ringkel sendiri berasal dari sifat produk akhir, hasil kolaborasi teknik yang dilakukan tersebut. “Hasilnya menjadikan kain dengan tekstur berkerut atau bahasa Jawanya ringkel,” tuturnya.

Berdasarkan penelitian BBKB, sebagai salah satu unit pelaksana teknis di bawah BPPI yang berlokasi di Yogyakarta ini, ditemukan sedikitnya 23 desain motif baru. “Di antara beberapa jenis bahan yang diuji coba, yang paling optimal menghasilkan motif adalah bahan jenis mori Primissima. Selain paling bagus motif yang dihasilkan, bahan jenis mori juga paling mudah dalam proses pengerjaannya,” paparnya.

Bahkan dari hasil uji laboratorium, tekstil kerajinan ini mempunyai ketahanan luntur warna terhadap pencucian, keringat, dan sinar yang bagus. Nilai ketahanan luntur warna terhadap gosokan juga cukup bagus, sehingga dapat dikatakan bahwa dengan mengkombinasikan dua teknik ini memenuhi standar kualitas sebagai produk bahan sandang.

Ngakan menilai, teknik ringkel ini sangat cocok dikembangkan oleh pelaku IKM karena prosesnya sederhana dan tidak memerlukan alat khusus. “Dalam pemanfaatan teknologi tersebut, BBKB telah melakukan sinergi dengan berbagai pihak khususnya Dinas terkait, dengan memberikan pelatihan bagi pengrajin di beberapa daerah, antara lain Banyumas (Jawa Tengah), Sleman (D.I. Yogyakarta), Sampang (Jawa Timur). Sampai tahun 2017, BBKB telah melatih sebanyak 67 IKM,” pungkasnya.[ Red ]

 

 

News Warta Publik

Iklan

Industri Makanan dan Minuman Berperan Penting Dalam Pemerataan Usaha di Tanah Air

IMG_20180423_171926

Jakarta, News Warta Publik– Kementerian Perindustrian terus berupaya untuk semakin meningkatkan inovasi dan daya saing industri makanan dan minuman (mamin) seiring dengan ditetapkannya sektor ini sebagai salah satu dari lima sektor percontohan dalam implementasi Industri 4.0 di Indonesia. Apalagi, industri mamin telah mampu memberikan kontribusi besar bagi perekonomian nasional.

“Industri mamin berperan penting terhadap pemerataan usaha di Tanah Air, di manapara pelakunya sebagian banyak berskala industri kecil dan menengah (IKM),” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto pada pembukaan Pameran Produk Industri Makanan dan Minuman Tahun 2018 di Plasa Pameran Industri, Kementerian Perindustrian, Jakarta, Senin (23/4).

Menperin menjelaskan, pihaknya sudah meluncurkan peta jalan Making Indonesia 4.0 yang diresmikan langsung Presiden Joko Widodo. Langkah strategis yang menjadi gerakan nasional ini bertujuan untuk mentransformasi dan mengintegrasikan dunia digital atau online dengan lini produksi di sektor industri.

“Dengan semua proses produksi berjalan melalui internet sebagai penopang utamanya, diharapkan dapat meningkatkan produktivitas dan inovasi serta efisiensi biaya produksi bagi manufaktur kita, termasuk di industri mamin. Sehingga produk industri nasional bisa berdaya saing global,” paparnya.

Guna mendorong percepatan implementasi Industri 4.0 tersebut, Kemenperin berperan serta dalam mencetak sumber daya manusia industri yang kompeten melalui program pendidikan vokasi. “Selain itu, Kemenperin bersama Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI) mendorong untuk membangun innovation center,” tuturnya.

Dengan adanya pusat inovasi tersebut, diharapkan pelaku IKM sektor mamin juga dapat memanfaatkan pengembangan teknologinya sehingga produk yang dihasilkan mampu kompetitif di pasar domestik dan untuk memenuhi kebutuhan ekspor. “Pemerintah tengah menyiapkan insentif super deductibletax bagi perusahaan yang ingin mengembangkan innovation center,”ujar Airlannga.

Dalam upaya memfasilitasi perluasan pasar produk-produk industri nasional, Kemenprin aktif melakukan kegiatan promosi baik melalui pameran di dalam maupun luar negeri.”Agenda pameran untuk promosi produk industri mamin yang rutin kami laksanakan setiap tahunnya adalah Pameran Industri Makanan dan Minuman dan Bazaar Lebaran,” ujar Menperin. Pameran Industri mamin tahun ini akan berlangsung selama lima hari, mulai tanggal 23-27 April 2018 yang dibuka untuk umum pada pukul 09.00-16.00 WIB.

”Penyelenggaraan pameran ini diharapkan menjadi wahana pendorong bagi para pengusaha di bidang industri mamin guna memperkenalkan produk, kualitas dan citra merek serta memperoleh berbagai masukan dan keinginan dari pelanggannya,” tutur Airlangga.

 

Kinerja terus cemerlang

Menperin optimistis, kinerja industri mamin nasional bakal terus cemerlang. Pada tahun 2017, sektor ini sebagai penyumbang terbesar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) industri nonmigas yang mencapai 34,33 persen. Di samping itu, pertumbuhananya sebesar 9,23 persen atau mengalami peningkatan jika dibandingkan tahun 2016 sekitar 8,46 persen.

Selanjutnya, nilai ekspor produk mamin termasuk minyak kelapa sawit pada tahun 2017 mencatatkan di angka USD31,7 miliar, sehingga mengalami neraca perdagangan yang positif apabila dibandingkan dengan impor produk mamin pada periode yang sama sebesar USD9,6 miliar. “JIka dilihat dari perkembangan realisasi investasi sektor industri mamin pada tahun 2017, yakni mencapai Rp38,54 triliun untuk PMDN dan PMA sebesar USD1,97 miliar,” ungkap Airlangga.

Dirjen Industri Agro Kemenperin Panggah Susantomenyampaikan, industri mamin nasional diyakini tetap tumbuh positif pada tahun 2018. Momentum pemilihan kepala daerah yang berlangsung tahun ini di berbagai wilayah di Indonesia berpotensi dapat meningkatkankonsumsi produk mamin lokal.

“Trennya memang pertumbuhan industri mamin di atas 7 persen, dengan catatan adanya aturan atau kebijakan yang mendukung peningkatan produksi. Kami memproye

ksi kinerja industri mamin tahun ini sebesar 8-9 persen, sebagai target moderat,” ungkapnya.

Untuk itu, lanjut Panggah, mutlak dilakukan sinergi program dan kegiatan antara pemerintah dan stakeholder dalam pengembangan industri mamin nasional, mulai dari mempermudah akses bahan baku, sistem logistik dan distribusi, serta kegiatan penelitian dan pengembangan untuk menciptakan inovasi. “Upaya ini juga mendukung dalam penerapan Industri 4.0,” imbuhnya.[ Red ]

 

 

News Warta Publik

Kerajinan Lokal Karya Anak Bangsa Tampil di Ajang Pameran Internasional

IMG_20180423_171953

Jakarta, News Warta Publik-Produk kerajinan karya anak bangsa Indonesia berhasil tampil pada ajang pameran internasional, Salone del Mobile Milano 2018 di Italia. Upaya ini merupakan fasilitasi Kementerian Perindustrian dalam rangka pengembangan potensi industri kreatif Tanah Air sekaligus untuk memperluas pasar ekspor.

“Produk kerajinan itu di antaranya dari Bali Creative Industri Center (BCIC), salah satu pusat inovasi di bawah Direktorat Jenderal Industri Kecil dan Menengah (IKM) Kemenperin. Sejak tahun 2015, BCIC menjadi tempat berkumpul para wirausaha dan inkubator kreatif di bidang fesyen, kriya, dan animasi,” kata Dirjen IKM Gati Wibawaningsih di Jakarta, Minggu (22/4).

Menurut Gati, melalui BCIC, pihaknya fokus mendorong terciptanya wirausaha industri baru dan meningkatkan nilai tambah produk lokal agar dapat bersaing di pasar global. Adapun program yang dilaksanakan, antara lain Design Lab, Creative Camp, Inkubator Bisnis Kreatif, Indonesian Fashion and Craft Award (IFCA), pelatihan dan pameran karya.

“Selama tiga tahun belakangan, program andalan BCIC di antaranya adalah Design Lab. Alhasil, tahun ini mampu membawa produk terbaik kami untuk ditampilkan di Salone del Mobile Milano 2018,” ujarnya. Pameran desain dan furnitur internasional ini berlangsung selama tanggal 17-22 April 2018, dengan diikuti sebanyak 2.000 peserta dari berbagai negara di dunia untuk menghadirkan inovasi produk kontemporer yang menggabungkan unsur desain, teknologi, flesibilitas dan keberlanjutan.

Dalam pameran tersebut, Indonesia memiliki satu pavilion yang dinamakan “IDentities” berada di Hall 14 stand F30. Paviliun Indonesia ini menampilkan karya terkurasi dari 27 desainer Indonesia. “Banyak produk kerajinan dalam negeri kita sebenarnya layak ditampilkan di dunia desain internasional karena berkualitas dan berdaya saing tinggi,” ungkap Gati.

Dua produk unggulan BCIC yang mewakili Indonesia, yaitu produk lampu dengan nama “Cengkeh” karya Genie Anggita yang terinspirasi dari masa kejayaan rempah Indonesia dalam perdagangan Internasional. Produk ini diproduksi bekerja sama dengan para kriyawan di Sentra Tembaga Tumang, Boyolali.

“Kita mencoba memperkenalkan kekayaan Indonesia di produk kami. Kita mendukung material lokal yaitu rotan, bambu, dan juga pengrajin lokal. Tak hanya itu, kami juga ingin memperkenalkan nilai-nilai budaya, sejarah dan cerita rakyat Indonesia di produk tesebut,” papar Genie.

Produk selanjutnya adalah Taratan, sebuah lampu rotan rancangan Ilhamia Nuantika yang bekerja sama dengan para pengrajin rotan asal Jawa Timur. Taratan terinspirasi dari filosofi budaya Madura dan menggunakan sifat rotan untuk memainkan impresi cahaya yang dihasilkan. “Di proses pembuatannya, kami berdiskusi dengan para pengrajin lokal. Akhirnya, kami memilih menggunakan proses handmadedibanding buatan pabrik, untuk mendukung pengrajin lokal,” jelas Nuantika.

Penumbuhan IKM alas kaki

Di samping itu, Gati menyampaikan, pihaknya fokus pula pada penumbuhan dan peningkatan daya saing IKM alas kaki nasional. Oleh karenanya, melalui unit di bawah Ditjen IKM, yakni Balai Pengembangan Industri Persepatuan Indonesia (BPIPI) sedang melaksanakan lomba desain alas kaki yang bertajuk International Footwear Creative Competition (IFCC).

“Sejak tahun 2017, lewat IFCC, kami ingin memperkuat branding BPIPI sebagai salah satu benchmark untuk pelaksanaan event kreatif di Indonesia dengan meluncurkan paket 3in1 creative footwear competition, yaitu Design, Photography, dan Videography,” terangnya.

Target dari kegiatan tersebut adalah, partisipasi dari generasi milenial. Pasalnya, mereka akan menjadi peluang dan potensi bisnis jangka panjang. Hal ini seiring jumlah populasi Indonesia pada tahun 2025 yang akan didominasi oleh usia 20-39 tahun sebanyak 30 persen. Desain, fotografi dan videografi dinilai bisa memberikan inspirasi baru bagi generasi muda untuk lebih mendalami bisnis IKM alas kaki.

Gati pun berharap, IFCC mampu menumbuhkan pelaku IKM dan penguatan branding alas kaki nasional.

“Tentu segmen ini mempunyai karakteristik unik sehingga dibutuhkan pendekatan yang kreatif untuk menciptakan ketertarikan profil segmen pada industri alas kaki ini, antara lain kecenderungan pada anti arus utama, semangat, quick response, peluang menciptakan pasar baru, urban, komunitas berbasis hobi, serta berbasis media online dan customized,” paparnya.

Tema kegiatan IFCC tahun 2018 adalah Challenge your Creativity, yang dibuka untuk umum dengan target 300-400 peserta dari berbagai komunitas, pelajar, dan perguruan tinggi. Peserta yang ingin mengikuti kegiatan ini dapat mendaftar melalui link bit.ly/makerstalkDKI atau melalui website resmi http://www.bpipi.kemenperin.go.id/ifcc2018/.

Gati optimistis, di masa datang, konsumsi alas kaki akan semakin meningkat seiring pertumbuhan penduduk dan tingkat daya beli. Tidak hanya pasar lokal yang berpotensi besar, peluang pasar ekspor untuk produk alas kaki juga sangat menjanjikan. ”Dengan potensi jumlah penduduk yang besar, captive local market sudah jelas menjadi peluang yang harus dikuasai tuan rumah sendiri,” tuturnya.

Kemenperin mencatat, dalam periode lima tahun (2012-2016) terjadi peningkatan signifikan terhadap konsumsi perkapita masyarakat indonesia terhadap alas kaki yang semula hanya 1,8 pasang menjadi 3,3 pasang per tahun. Artinya rata-rata kebutuhan sepatu orang indonesia lebih dari 3 pasang per tahun.

Bahkan, kinerja industri alas kaki nasional mampu tumbuh positif. Pada tahun 2017, kontribusi PDB industri alas kaki sebesar Rp26,5 triliun, dengan pertumbuhan mencapai 2,4 persen. Sementara, nilai ekspor industri alas kaki juga tumbuh sebesar USD4,9 miliar pada tahun 2017. Selain itu, tahun 2016, Indonesia menempati peringkat ke-4 sebagai produsen alas kaki terbesar di dunia dengan total produksi mencapai 1,110 miliar pasang setelah China, India dan Vietnam. [ Red ]

 

News Warta Publik

Larangan Media Tidak Terverifikasi Lakukan Liputan Di Instansi Adalah Hoax, Dewan Pers Tidak Pernah Mengeluarkan Himbauan

497152_620
Tanjungpinang, News Warta Publik– Terkait maraknya slogan yang mengatasnamakan Dewan Pers, kerap dipampangkan pada sejumlah Instansi Pemerintah. Bahkan, tidak sedikit intansi menjadikan Dewan Pers sebagai alat propaganda untuk membredel media-media yang belum terverifikasi.

Menanggapi hal itu, Ketua Dewan Pers Yosep Adi Prasetyo mengatakan bahwa pihaknya tidak pernah menerbitkan atau mengeluarkan surat edaran berbentuk himbauan larangan bagi media yang belum terverifikasi oleh Dewan Pers untuk tidak melakukan peliputan ataupun kerjasama dengan pihak-pihak instansi.

“Kami tidak pernah mengeluarkan surat edaran tersebut”, ujar Prasetyo dihadapan ratusan peserta Workshop Perspektif Jurnalis terhadap pendidikan yang digelar oleh Dinas Pendidikan Provinsi Kepri di Aston Hotel Tanjung Pinang Provinsi Kepulauan Riau, Senin (04/12/17) lalu.

Lebih jauh Prasetyo menegaskan, jika ada temuan slogan mengatasnamakan Dewan Pers semacam itu maka itu bisa disebut Hoax.

“Kenapa saya katakan demikian, karena slogan larangan tersebut tidak pernah kami keluarkan, media bisa melakukan peliputan atau melakukan kerjasama dengan intansi, asalkan memiliki badan hukum,” kata pria yang akrap disapa Stanly ini.

Namun, dia berharap bagi media yang belum terverifikasi dipersilahkan untuk mempersiapkan dan berbenah untuk memenuhi persyaratan yang ada.

“Bagi media yang belum terverifikasi jangan berkecil hati, kita masih memberikan waktu hingga akhir 2018. Ada beberapa pertimbangan yang dilakukan Dewan Pers saat ini, jika medianya memberikan informasi yang baik dan benar, maka untuk apa kita tutup. Terkecuali, medianya udah kecil, tidak terverifikasi lagi lalu beritanya juga tidak benar atau hoax, maka akan kita bredel.” terang Stanly.

Ditempat yang sama, Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Ikatan Wartawan Online (IWO) Jhodi Yudhono, dilansir dari laman independennews mengatakan, apabila masih ada ditemukan intansi membawa-bawa nama Dewan Pers. Bahkan, menjadikanya sebagai alat propaganda melakukan pelarangan media atau wartawan untuk meliput. Maka, media instansi tersebut bisa dilaporkan kepada pihak yang berwajib.

“Instansi yang menjual-jual Dewan Pers, bisa disebut menyebarkan isu yang tidak benar atau berita bohong. Bahkan, hal itu dikatakan hoax, maka bisa dilaporkan ke polisi”, ujar wartawan senior kompas tersebut.[ Red ]

 

Jaringan News Warta Publik Media Network
Nusantara Express

Menperin Optimis Industri Era Digital Topang Perekonomian Nasional

IMG_20180421_121228
Palu, News Warta Publik-Kementerian Perindustrian aktif memacu tumbuhnya wirausaha industri baru khususnya dari kalangan generasi muda. Pasalnya, ketahanan ekonomi nasional semakin kuat apabila jumlah pengusaha yang dimiliki tambah banyak. Hal ini disampaikan Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto saat memberikan kuliah umum di Universitas Tadulako, Palu, Sulawesi Tengah, Jumat (20/4).

“Untuk itu, kami mendorong kepada para mahasiswa agar berwirausaha sejak duduk di bangku kuliah,” ujarnya. Menperin tidak ingin generasi muda Indonesia yang sudah selesai mengenyam pendidikan, hanya banyak yang bekerja sebagai karyawan apalagi menjadi pengangguran.

Menurut Airlangga, tumbuhnya wirausaha atau pelaku industri dapat membawa efek berantai terhadap perekonomian seperti peningkatan pada penyerapan tenaga kerja. “Maka itu, kunci utama untuk jadi entrepreneur sukses ada dua, yaitu pintar dan perbanyak pertemanan,” ungkapnya.

Menperin pun memberikan tantangan kepada mahasiswa Universitas Tadulako yang hadir dalam kuliah umum tersebut. Bagi mereka yang belum memiliki usaha, tahun depan harus sudah bisa jadi pebisnis muda. “Tahun depan, saya akan ke sini lagi. Saya tagih dengan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, apakah adik-adik sudah berwirausaha atau belum,” tuturnya.

Pada kesempatan itu, salah satu mahasiswa jurusan manajemen bernama Kudrat Sumaga bertanya kepada Menperin, “Apa saja yang akan diberikan dari Kemenperin untuk pengembangan industri kecil dan menengah (IKM)? Sebab, kendala pelaku usaha di daerah, seperti di Palu ini adalah salah satunya mengenai pemasaran dan pengemasan produk yang mereka buat,” ucapnya.

Menperin menjawab, guna mendongkrak produktivitas dan daya saing IKM nasional, pihaknya melalui Ditjen IKM telah menjalankan program pelatihan dan konsultasi terkait pengembangan desain kemasan produk serta merek. Sampaitahun 2017, telah difasilitasi 6.998 desain kemasan dan 7.396 desain merek serta bantuan dalam bentuk kemasan cetak yang diberikan kepada 351 IKM.

“Selanjutnya, kami telah memiliki program e-Smart IKM untuk memperluas pasar bagi produk IKM lokal. Dalam hal ini, kami bekerja sama dengan beberapa marketplace dalam negeri. Ada juga workshop-nya,” kata Airlangga. Selain itu, Kemenperin telah memfasilitasi pemberian mesin dan alat produksi IKM serta perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HKI).

Berdasarkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019, Kemenperin diberi target untuk menumbuhkan sebanyak 20.000 wirausaha baruhingga akhir tahun 2019. “Jumlah pengusaha di Indonesia naik mencapai 3,4 persendi tahun 2017. Angka ini cukup baikkarena telah melebihi standar nasional sebesar 2 persen,” ungkap Airlangga.

 

Lahirkan wirausaha digital

Dengan masuknya era Industri 4.0, generasi muda juga dituntut agar melek dengan perkembangan teknologi terkini. “Kami berharap akan semakin banyak melahirkan wirausaha industri digital atau startup,” tutur Menperin. Upaya ini sejalan dengan target pemerintah untuk mewujudkan Indonesia menjadi negara ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara pada tahun 2020.

Airlangga optimistis, sasaran tersebut bisa tercapai, karena saat ini jumlah pengguna internet di Tanah Air sudah mencapai 143 juta orang. Ini merupakan sebuah potensi pasar yang besar. Oleh sebab itu, generasi milenial memiliki peranan penting lantaran merekalah pengguna dominan dari teknologi yang menjadi ciri khas revolusi industri keempat, yaitu internet.

Terlebih lagi, hingga tahun 2045 nanti Indonesia memiliki bonus demografi atau masa di mana jumlah penduduk usia muda lebih banyak daripada penduduk usia tua. “Sampai 15 tahun ke depan, kita masih punya bonus demografi. Ini merupakan masa emas bagi Indonesia untuk juga menjadi 10 negara dengan perekonomian terbesar di dunia pada tahun 2030,” imbuhnya.

Kemenperin telah memfasilitasi melalui pembangunan gedung inkubasi bagi para pelaku usaha rintisan (startup), antara lain di Bandung Techno Park,Bali Creative Industry Center (BCIC) atau TohpaTI Center, Incubator Business Center di Semarang, Makassar Technopark, dan Pusat Desain Ponsel di Batam.

“Kami juga bersama pihak swasta mendorong pengembangan Nongsa Digital Park di Batam. Selain itu, Apple membangun innovation center di BSD,” ujar Airlangga. Sarana-sarana tersebut menjadi basisinovasi dankreativitas bagi paraputra-putri Indonesia yang ingin mengembangkan software, web, aplikasi, film dan animasi, serta program-program digital lainnya.

Untuk itu, Menperin meminta kepada generasi milenial Indonesia agar bisa menguasai bahasa Inggris, statistik, dan koding. “Materi ini bisa dipelajari dalam kurun enam bulan, dan Indonesia siap menjadi solusi dalam digital ekonomi,” tegasnya.

Menperin yakin, Indonesia mampu menumbuhkan lagi unicorn atau perusahaan startup yang memiliki valuasi di atas USD1 miliar. Saat ini, diASEAN ada sekitar tujuh unicorn. Empat di antaranya dariIndonesia, yakni Bukalapak, Traveloka, Tokopedia, dan Gojek.

“Saat ini, peluang bisnis semakin terbuka dengan adanya berbagai marketplace, seperti Bukalapak dan Tokopedia. Dahulu para founder marketplace yang ada di Indonesia itu memulai usaha sejak mereka duduk di bangku kuliah,” kata Airlangga.

Menperin mengaku sangat senang apabila bertemu dan berdiskusi dengan para mahasiswa selaku generasi muda. “Mereka adalah talent kita untuk masa depan Indonesia. Berkumpul bersama mereka, juga membuat saya merasa jadi muda,” ungkapnya.

 

Pacu pertumbuhan ekonomi

Di hadapan mahasiswa Universitas Tadulako, Airlangga sempat memaparkan tentang kesuksesan salah satu kabupaten di Sulawesi Tengah, yakni Morowali. Di wilayah tersebut, saat ini memiliki pertumbuhan ekonomi yang meningkat pesat.

“Pertumbuhan di Morowali mencapai 60 persen atau 12 kali dari pertumbuhan ekonomi nasional. Hal ini karena ditopang oleh perusahaan-perusahaan yang beroperasi di kawasan industri Morowali. Jadi, ada nilai tambah yang tinggi. Kita punya tambang nikel yang diolah menjadi stainless steel,” ujar Menperin.

Industri smelter nikel di Morowali telah dikenal hingga mancanegara dengan kualitas produknya nomor satu di Asia Tenggara. Untuk itu, Airlangga berharap, generasi muda ikut berperan dalam memacu pertumbuhan ekonomi Indonesia.

“Kami mendorong agar mahasiswa menyiapkan diri menjadi pemimpin di masa depan dengan aspirasi Industri 4.0 sesuai peta jalan Making Indonesia 4.0,” tuturnya. Kemenperin telah membangun Politeknik Industri Logam Morowali agar menghasilkan sumber daya manusia yang kompeten sesuai kebutuhan industri di kawasan tersebut, sehingga mudah melakukan penyerapan tenaga kerja.

“Kami berharap juga para mahasiswa Universitas Tadulako dapat menjadi entrepreneur yang mengisi KEK Palu, terutama usaha yang berbasis furnitur karena kami telah membangun Pusat Inovasi Rotan Nasional (PIRNas),” terang Airlangga.[ Red ]

 

 

News Warta Publik

Busana Daerah Warnai Peringatan Hari Kartini Di TKQ Kharisma

IMG-20180421-WA0004

Bogor, News Warta Publik- Semangat Hari Kartini, selain bisa menjadi ajang pengingat akan jasa-jasa Kartini, juga bisa menjadi ajang memperkenalkan budaya daerah kepada anak-anak. Bukan hanya mengenakan pakaian adat, tetapi juga diadakan lomba Fashion Show busana daerah. Seperti yang terlihat di TKQ Kharisma Ciawi Kabupaten Bogor saat memperingati Hari Kartini pada Jumat, (20/4/2018) yang diikuti puluhan siswa-siswi TKQ Kharisma.

Dalam sambutannya, Kepala Sekolah TKQ Kharisma, R Sri Sunarti S.Pd mengatakan RA Kartini adalah seorang pejuang bagi kaum wanita. Kartini, lahir dikota Jepara pada tanggal 21 April 1879 adalah seorang putri Bupati Rembang yang bernama R Suryadi Suryaningrat yang dimasa itu kedudukannya tidaklah sebebas disaat ini.

“Sikap tegas Kartini mencerminkan keluhuran nilai-nilai budaya dan dapat menciptakan kedudukan dirinya sebagai seorang pahlawan pergerakan kaum wanita sehingga terbitlah sebuah buku yang diciptakan oleh Kartini yang berjudul ‘habis gelap terbitlah terang’, kata R Sri Sunarti S.Pd.

Selain fashion show busana daerah, siswa-sisiwi TKQ Kharisma juga menari tarian dari berbagai daerah, membaca puisi dan bernyanyi bersama lengkap dengan pakaian dari berbagai daerah di Indonesia.

Lanjutnya, Jika setiap tahun hari Kartini senantiasa kita peringati. Namun, hendaknya janganlah hanya pada saat ini saja kita menampilkan hasil karya dan cipta, lebih dari pada itu.

“Mudah-mudahan setiap hari kita tetap berkarya, tetap berjuang dan bercitra sebagai bangsa yang harum namanya,” pungkasnya. [ Red ]

 

 

Reporter by Andy Djava
News Warta Publik

 

 

 

14 Investor Sudah Tanamankan Modal, Kemenperin Genjot Promosikan KEK Palu

IMG_20180421_071135

Palu, News Warta Publik-Kementerian Perindustrian terus mendorong masuknya investasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Palu, Sulawesi Tengah. Saat ini terdapat 14 investor yang sudah berminat menanamkan modalnya di kawasan yang diresmikan pada September 2017.

“Sekarang tinggal promosi dan melanjutkan pembebasan lahan. Kami terus menarik investor lokal maupun asing, seperti dari Taiwan untuk bisa masuk ke sini,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto seusai meninjau KEK Palu, Jumat (20/4).

KEK Palu berdiri di atas lahan seluas 15.000 hektare (Ha), di mana per tahun 2017 telah terealisasi hingga 482 Ha. Kawasan ini ditargetkan bisa menggaet investasi senilai Rp12,5 triliun. “Per Juli 2017, realisasinya mencapai Rp115 miliar,” ungkap Menperin.

Airlangga menjelaskan, dari 14 investor yang telah mendaftar, dua industri sudah beroperasi dan satu perusahaan sedang tahap pengerjaan konstruksi. “Kami berharap, kawasan terintegrasi ini mampu membuka lapangan kerja sebanyak 51.000 orang, yang saat ini sudah menyerap 210 orang,” ujarnya.

Menperin menyatakan, KEK Palu menjadi salah satu KEK yang berada di lokasi strategis karena berada di wilayah utara-selatan Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI). “Jadi seluruh bahan baku dari Sulawesi bisa masuk ke sini. Investor datang saja. Kami yakin mereka akan untung,” jelasnya.

KEK Palu didukung dengan berbagai fasilitas penunjang, antara lain Bandara Mutiara Sis Al-Jufri, yang memiliki panjang landasan pacu 3500 m dan kapasitas penumpang sekitar 1500 orang per hari. Jarak Bandara ke kawasan dierkirakan 23 km.

Selanjutnya, tersedia Pelabuhan Pantoloan dengan kapasitas saat ini 37.000 TEUs, yang ditargetkan dalam pengembangan mencapai 1,2 juta TEUs. Ada pula fasilitas jalan trans Sulawesi Palu – Toli-toli, Palu Outer Ring Road, dan By pass Palu – Parigi.

Kemenperin juga memfasilitasi pembangunan infrastruktur di KEK Palu dalam upaya menopang daya saingnya, seperti pembangunan jalan poros dan jalan lingkungan di dalam KEK Palu sepanjang 1600 m, pembangunan sentra industri kecil dan menengah (IKM), serta pengadaan sarana dan prasarana untuk perkantoran di KEK Palu.

Direktur PT Bangun Palu Sulawesi Tengah (BPST) Andi Mulhanan Tombolotutu mengatakan, setiap bulannya rata-rata ada satu sampai dua perusahaan yang menyatakan minatnya untuk berinvetasi di KEK Palu. “Dari 40 daftar investor yang berminat, ada 14 yang sudah dikeluarkan izin,” terangnya.

Andi menyampaikan, dalam dua sampai tiga bulan ke depan akan ada beberapa perusahaan yang mulai beroperasi di KEK. “Kami optimistis, dalam dua, tiga bulan ke depan, peningkatan dari investasi tidak kurang dari Rp1-2 triliun,” katanya.

Selaku pengelola KEK Palu, BPST terus memfasilitasi para investor yang ingin menanamkan modalnya, seperti pendaftaran dan perizinan. “Lokasi kami dekat dengan pelabuhan yang bertaraf internasional, dan hampir seluruh komoditas sumber mineral ada semua di sini,” lanjut Andi.

KEK Palu memiliki potensi pengembangan industri, antara lain untuk sektor pengolahan hasil tambang, rotan, rumput laut, kelapa, dan logistik. Daftar para investor di KEK Palu, di antaranya PT Hongthai International yang bergerak di sektor industri getah pinus. Perusahaan ini rencananya menggelontorkan investasi senilai Rp13,7 miliar dengan menyerap tenaga kerja sebanyak 110 orang.

Selain itu, perusahaan pengolahan kelapa PT. Sofie Agro yang akan menanamkan modalnya hingga USD 1,38 juta dan menyerap tenaga kerja sekitar 625 orang. Kemudian, Agro Sulteng Group selaku industri karet dan minyak atsiri, ditargetkan nilai investasinya mencapai Rp300 miliar dan menyerap 450 tenaga kerja.

Ada pula PT. Asbuton Jaya Abadi. Industri aspal dingin ini bekal menanamkan modalnya sebesar Rp100 miliar dan membuka lapangan kerja sekitar 100 orang. Selanjutnya, industri kilang minyak PT Palembang GMA Refinery Consortium akan berinvestasi hingga Rp133 triliun dan menyerap tenaga kerja sebanyak 14.000 orang.

 

Pusat inovasi rotan

Pada kesempatan tersebut, Menperin juga melakukan peninjauan Pusat Inovasi Ro

tan Nasional (PIRNas) di KEK Palu. Pembangunan PIRNas ini difasilitasi oleh Kemenperin dan telah resmi beroperasi sejak tahun 2014. “Adanya PIRNas, diharapkan dapat menarik investasi lebih banyak di KEK Palu,” ujarnya.

Airlangga menjelaskan, tujuan PIRNas adalah untuk meningkatkan daya saing industri pengolahan rotan di dalam negeri. “Kami berharap di sini terus melakukan pengembangan inovasi dan kreativitas pada pengolahan rotan, yang dapat meningkatkan penggunaan produk rotan dalam negeri,” tuturnya.

Lingkup kegiatan yang dilakukan di PIRNas, antara lain pelatihan desain, promosi, riset, dan kerja sama terkait inovasi rotan dengan beberapa pihak seperti perguruan tinggi, lembaga riset, dan asosiasi. Luasan bangunan PIRNas, terdiri milik Kemenperin seluas 1,450 m2 dan sekitar 1,714 m2 milik Pemerintah Kota Palu.

Menperin menambahkan, Sulawesi Tengah berpotensi untuk pengembangan industri furnitur karena menjadi basis kuat penghasil bahan baku rotan. Hal ini sejalan dengan upaya Kemenperin yang tengah memacu daya saing industri furnitur selaku sektor padat karya berorientasi ekspor.

“Industri furnitur harus menjadi kebanggan Tanah Air. Oleh karenanya, harus terus dikembangkan dan terus berinovasi,” tegasnya. Apalagi, mayoritas atau sekitar 85 persen bahan baku rotan di seluruh dunia dihasilkan dari Indonesia. Airlangga pun optimistis, industri furnitur nasional khususnya berbasis rotan akan mampu kompetitif di pasar global melalui desain dan kualitasnya.

PIRNas telah memberikan pelatihan sebanyak 100 desainer, mahasiswa desain dan pelaku industri rotan. Sebanyak100 inovasi desain furnitur rotan telah dihasilkan, di mana 15 di antaranya sudahdidaftarkan HaKI-nya, serta beberapa meraih penghargaan desain dari pameran internasional.

Selnjutnya, ada tiga desain PIRNAS yang sudah diproduksi secara masal untuk pasar nasional dan internasional. Hingga saat ini, PIRNas telah membina sebanyak 23 IKM di Palu, dan sudah memberikan pelatihan produksi untuk 140 IKM di Mamuju, Maluku Tengah, Morowali dan Palu. Selain itu, dilakukan alih teknologi pewarnaan dan penyambungan rotan tanpa sekrup ke IKM binaan PIRNas.

“Makanya itu, untuk terus memajukan industri furnitur, kita jangan lagi ekspor bahan baku rotan. Mari kita olah sendiri dan fokus untuk meningkatkan nilai tambahnya melalui program-program yang telah kami fasilitasi,” paparnya.

Kemenperin mencatat, penyerapan tenaga kerja di industri furnitur nasional sebanyak 101.346 orang pada tahun 2016 dan diproyeksi akan mencapai 202.692 orang tahun 2018. Sementara itu, nilai ekspor furnitur nasional sebesar USD1,7 miliar dan dalam dua tahun ke depan ditargetkan mencapai USD5 miliar. Tujuan utama ekspor furnitur Indonesia adalah pasar Amerika Serikat, Jepang, dan Eropa Barat.[ Red ]

 

 

News Warta Publik

Kemenperin Pacu Kawasan Industri di Luar Jawa Upaya Kuatkan Kerjasama Indonesia-China

IMG_20180420_094542

Jakarta, News Warta- Publik-Indonesia dan China terus berupaya menguatkan kerja sama ekonomi yang komprehensif. Apalagi, kedua negara telah sepakat mengembangkan sejumlah proyek pembangunan kawasan industri di luar Pulau Jawa yang tertuang dalam program One Belt One Road(OBOR).

“Kami membahas perkembangan kerja sama Indonesia dan China khususnya di sektor industri, yang selama ini sudah berjalan. Selain itu juga terkait dengan proyek-proyek dari Belt and Road Initiative,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto seusai bertemu dengan Duta Besar China untuk Indonesia Xiao Chian di Jakarta, Selasa (17/4).

Menperin menyampaikan, kedua belah pihak bakal bersinergi dalam pembangunan kawasan industri di Sumatera Utara, Kalimantan Utara, dan Sulawesi Utara. Potensi investasi ini sejalan dengan upaya Pemerintah Indonesia dalam mengembangkan kawasan industri di luar Pulau Jawa. “Kami mendorong percepatan pembangunannya karena membawa multiplier effect bagi perekonomian nasional,” ujarnya.

Di Sumatera Utara, investor China berpotensi menamamkan modalnya untuk pembangunan Kuala Tanjung Internasional Hub Port and Industrial Estate. Selain itu, pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei.

Untuk wilayah Kalimantan Utara, proyek yang ditawarkan yakni pengembangan kawasan industri klaster smelteralumina dan alumunium. Ada pula kawasan industri dan pelabuhan internasional Tanah Kuning. Sedangkan, di Sulawesi Utara, terdapat pula peluang pembangunan Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional Bitung.

Kerja sama tersebut merupakan realisasi pertemuan bilateral antara Presiden RI Joko Widodo dengan Presiden China Xi Jinping terkait peningkatan kerja sama ekonomi Indonesia-Tiongkok pada Belt and Road Forum for International Cooperation di Beijing, Tiongkok, Mei 2017.

“Tindak lanjutnya, ini akan dibahas dalam kunjungan perdana menteri mereka ke Indonesia pada pertengahan Mei ini, dan kunjungan Presiden Joko Widodo ke China pada Juli mendatang,” tuturnya. Di samping itu, Menperin mengungkapkan, Pemerintah China mendukung implementasi Industri 4.0 yang sudah diluncurkan oleh Pemerintah Indonesia.

Sebelumnya, Menperin mengungkapkan, di sela pelaksanaan China-Indonesia Cooperation Forum: Belt and Road Initiative and Global Maritime Fulcrum di Beijing, Tiongkok pada Juni 2017, telah dilakukan dua penandatangan MoU antarainvestor China dengan pelaku industri nasional.

Pertama, yakni kerja sama antara Tsingshan Group dan Delong Group dengan PT Indonesia Morowali Industrial Park tentang kerja sama pembangunan pabrik carbon steel di kawasan industri Morowali, Sulawesi Tengah dengan kapasitas mencapai 3,5 juta ton per tahun dan total nilai investasi sebesar USD980 juta.

Selain itu, penandatanganan MoU antara Tsingshan Group dengan Bintang Delapan Group dan PT Indonesia Morowali Industrial Park tentang kerja sama pembangunan pembangkit tenaga listrik di kawasan industri Morowali, Sulawesi Tengah dengan kapasitas 700MW dan total nilai investasi sebesar USD650 juta.

“Kami mengapresiasi kerja sama Business to Business (B to B) kedua negara, yang diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pendalaman struktur serta peningkatan daya saing industri nasional. Bahkan mampu memacu pemerataan pembangunan dan kesejahteraan di Indonesia,” papar Menperin.

Direktur Jenderal Ketahanan dan Pengembangan Akses Industri Internasional (KPAII) I Gusti Putu Suryawirawan menuturkan, guna mempercepat realisasi investasi pembangunan kawasan industri, rapat maraton yang dipimpin oleh Kementerian Koordinator Kemaritiman akan terus dilakukan.

Rapat tersebut bertujuan untuk mencari berbagai solusi mengenai kendala di lapangan seperti aturan tata ruang, keselamatan hingga pemenuhan aturan lingkungan.  “Kami ingin dalam tahun ini sudah ada yang bisa terealisasi dari program OBOR,” kata Putu.

 

Percepat pembangunan

 

Pada kesempatan berbeda, Menperin juga menyampaikan, pihaknya terus mendorong percepatan pembangunan klaster industri baja, salah satunya di Batulicin, Kalimantan Selatan. Upaya ini dalam rangka untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik dan ekspo

r serta mewujudkan negara mandiri dari impor baja.

“Saat ini masih dalam tahap persiapan. Klaster baja Batulicin akan menambah pusat produksi baja selain di klaster Cilegon dan Morowali,” kata Airlangga. Ditargetkan, untuk tahap awal, klaster industri baja di Batulicin mampu menghasilkan sebanyak 3 juta ton baja per tahun dari total kapasitas produksi yang diharapkan bisa mencapai 6 juta ton baja per tahun.

Pembangunan klaster baja Batulicin tersebut rencananya dilakukan oleh investor asal China, Shenwu Technology Group Corp. Co, Ltd. Dengan menggandeng partner lokal, yaitu PT Gunung Garuda. Klaster baja ini akan berdiri di atas lahan seluas 955 hektare.

Pabrik baja terpadu tersebut diproyeksi akan menyerap tenaga kerja sebanyak 10.000 orang. Saat ini sudah ada industri baja yang beroperasi, yaitu PT Meratus Jaya Iron and Steel serta dilengkapi dengan fasilitas pelabuhan feri.

Kemudian, dalam upaya penyiapan sumber daya manusia yang siap kerja di kawasan industri Batulicin, Kementerian Perindustrian telah menginisasi pembangunan Politeknik pada tahun ini, sehingga putra-putri daerah dapat berperan lebih aktif dalam membangun industri baja di kawasan tersebut.

Menurut Menperin, pihaknya siap memacu pertumbuhan ekonomi nasional dengan menggenjot sektor industri manufaktur. Salah satu yang menjadi andalan adalah industri baja. Industri ini dikategorikan sebagai sektor induk karena produknya merupakan bahan baku utama yang diperlukan bagi kegiatan manufaktur di sektor lainnya.

“Baja ini dibutuhkan sebagai komponen penting dalam sektor infrastruktur secara luas yang antara lain meliputi bangunan dan properti, jalan dan jembatan, telekomunikasi, serta ketenagalistrikan,” ujarnya. Hal ini sejalan dengan upaya Kemenperin mengoptimalkan produksi industri baja dalam negeri yang diarahkan pada pengembangan produk khusus bernilai tambah tinggi.

Oleh karena itu, selain mengakselerasi pembangunan klaster industri baja di Batulicin, Kementerian Perindustrian juga mendorong percepatan pembangunan klaster industri baja di Cilegon, Banten dengan target produksi sebesar 10 juta ton baja pada tahun 2025, sedangkan klaster di Morowali, Sulawesi tengah akan memproduksi stainless steel sebesar 3,5 juta ton pada tahun 2020.[ Red ]

 

 

 

News Warta Publik

Bupati Lebak Arahkan Kader Demokrat Untuk Bersatu Memenangkan Pesta Demokrasi Mendatang

IMG-20180419-WA0007
Serang, News Warta Publik- Acara pelantikan pengurus DPD dan DPC Partai Demokrat Se provinsi Banten Periode 2018 dan 2019 yang dihadiri oleh Bpk Prof,Dr. H.Susilo Bambang Yudhoyono. Kamis, 19 April 2018.

Acara diselenggarakan di Alun-alun kota Serang, dimulai Pukul 15.00 s/d selesai.
Hadir juga Agus Harimurti Yudhoyono atau yang biasa disapa AHY.
AHY, di Lapangan Alun-alun Kota Serang memberikan Arahan kepada Setiap Kader Partai Demokrat Provinsi Banten agar merebut kembali tahta kepemimpinan Di Pileg 2018 dan Pilpres 2019.

Hal serupa disampaikan juga oleh ketua DPD Partai Demokrat Se Provinsi Banten yaitu Iti Octavia Jayabaya yang sekarang menjabat Bupati Lebak Banten, Tidak ada aku, Tidak ada Kamu Melainkan Kita. Kita adalah kelurga yang harus Bersatu untuk memenangkan Pilkada dan Pilpres, Pungkasnya ketika Berorasi politik didepan Kader-Kader Partai Demokrat.

H. Mustafa Tallong laki-laki yang diperkira kan berusia (50an) ini adalah salah satu Caleg Dapil 3 DPRD Kota Tangerang, ke sehari-hari nya adalah seorang Pengusaha Armada di Pelabuhan Sunda Kelapa, S14P memenangkan Pileg dan Pilpres 2018 dan 2019. Cetusnya saat diwawancarai Wartawan.[ Red ]

 

 


Reporter by Chairul Anwar
News Warta Publik

Presiden Optimis Industri Otomotif Berkembang Pesat di Era Industri 4.0

IMG_20180419_163312
Jakarta, News Warta Publik– Presiden Joko Widodo didampingi Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto membuka Indonesia International Motor Show (IIMS) 2018 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Kamis (19/4/18). IIMS tahun ini akan diselenggarakan selama 10 hari, yakni 19-29 April 2018, mengambil tema “Your Infinite Automotive Experience”.

Presiden mengatakan, industri otomotif ke depannya dapat berkembang pesat di era Industri 4.0 dan mengingatkan bahwa akan ada gelojak pada saat di era transisi kendaraan listrik. Serta pesatnya perkembangan teknologi. Namun seiring dengan itu, Jokowi menyakini akan ada peluang baru dalam industri otomotif.

“Yang kita perlukan adalah melek, tahu, benar-benar mengikuti, benar-benar mendalami secara cepat dan mempersiapkan secara cepat. Saya optimistis dengan bakat yang kita punya, yang dimiliki Indonesia di sektor otomotif, saya yakin kita bisa garap peluang yang ada,” ujar Jokowi dalam sambutannya.

Dalam kesempatan itu, Jokowi membeberkan sejumlah prediksi mengenai industri otomotif dengan hadirnya kendaraan listrik. Di era itu, ada pihak yang memprediksi bahwa industri otomotif akan menciut sebesar 90 persen.

“Kendaraan listrik hanya menggendong komponen yang sedikit dan kendaraan tersebut jarang mogok. Dengan begitu, pada sektor perbengkelan maka akan mengalami penurunan. Itu prediksi prediksi yang saya nggak percaya. Yang pesimis-pesimis itu saya nggak percaya,” ungkap Jokowi.

Usai membuka acara, Jokowi didampingi Menteri Perindustrian Airlangga, Hartarto dan Seskab Pramono Anung serta pihak penyelenggara. menyempatkan diri untuk melihat beberapa stand yang ada di IIMS. Salah satunya adalah stand sepeda dan kendaraan listrik.

Pada perhelatan IIMS 2018, diramaikan oleh deretan mobil dari berbagai pabrikan yang menempati Hall A dan D. Di antaranya Audi, BMW, Chevrolet, Datsun, Honda, Hyundai, Mazda, Mini, Mitsubishi Motors, Mercedes Benz, Suzuki, Toyota, VW, Wuling Motors, DFSK.

Untuk bagi pencinta kuda besi juga dapat menyaksikan produk dari sejumlah merek di Hall C. Seperti dari Aprillia, BMW Motorrad, Kawasaki, Kymco, Moto Guzzi, Piaggio, Royal Emfield, dan Vespa.

Panitia juga membuka beberapa stand kuliner. Bahkan, Markobar dan Pisang Sang Kaesang yang merupakan milik kedua putra Jokowi ikut meramaikan stand makanan di IIMS 2018.[ Red ]

 

 

News Warta Publik